Coretax: Inovasi Digital yang Mengubah Wajah Perpajakan di Indonesia
Pernah merasa ribet saat mengurus urusan pajak? Nah, sekarang ada kabar baik. Pemerintah lewat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sedang mendorong digitalisasi sistem perpajakan lewat platform bernama Coretax. Ini adalah bagian dari reformasi pajak besar-besaran yang bertujuan membuat urusan pajak jadi lebih mudah, cepat, dan transparan.
Lewat tulisan ini, kita akan kenalan lebih dekat dengan Coretax: apa itu, fitur unggulannya, sampai tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Yuk, simak!
Apa Itu Coretax?
Coretax adalah sistem teknologi terbaru yang dirancang DJP untuk menyederhanakan dan memperbaiki layanan perpajakan di Indonesia. Tujuan utamanya adalah membuat proses pajak jadi MANTAP — Mudah, Andal, Terintegrasi, Akurat, dan Pasti.
Dengan Coretax, DJP ingin memastikan semua urusan pajak bisa diakses secara digital, lebih praktis untuk wajib pajak, dan efisien untuk pengelola negara.
Fitur-Fitur Keren yang Ditawarkan Coretax
Kalau dulu bayar dan lapor pajak perlu antre atau kirim dokumen fisik, sekarang semua bisa dilakukan secara digital.
Berikut beberapa fitur unggulan dari Coretax:
Pelaporan otomatis & kalkulasi akurat: Enggak perlu pusing hitung-hitungan manual, sistem akan bantu hitung pajak secara presisi.
Pengingat jatuh tempo: Ada notifikasi supaya kamu enggak lupa bayar pajak.
Layanan 24 jam non-stop: Semua bisa diakses kapan saja, bahkan tengah malam!
Taxpayer Ledger: Kamu bisa pantau riwayat transaksi pajak secara real-time.
Taxpayer Services online: Mau tanya-tanya atau ajukan permohonan? Bisa langsung dari platform, tanpa perlu datang ke kantor pajak.
Kerennya lagi, Coretax terintegrasi dengan sistem kependudukan, jadi sekarang NIK juga berfungsi sebagai NPWP. Praktis banget, kan?
Tantangan yang Masih Dihadapi
Namanya juga sistem baru, tentu enggak luput dari kendala. Beberapa pengguna mengeluhkan error saat login atau kesulitan memahami antarmuka baru. Selain itu, proses migrasi data dari sistem lama yang sudah kompleks juga jadi pekerjaan rumah besar buat DJP.
Coretax sendiri dibangun berbasis Commercial Off-the-Shelf (COTS), yang artinya sistem ini perlu banyak penyesuaian biar benar-benar cocok dengan kebutuhan perpajakan di Indonesia.
Tapi tenang, pemerintah enggak tinggal diam. Pelatihan dan sosialisasi terus digencarkan, termasuk lewat pembentukan Satgas Coretax di berbagai daerah. Tim ini siap bantu wajib pajak memahami sistem dan menyelesaikan masalah teknis yang muncul.
Penutup: Masa Depan Pajak Ada di Ujung Jari
Coretax adalah langkah berani dan strategis menuju sistem perpajakan yang modern dan ramah digital. Memang masih ada tantangan, tapi upaya perbaikan terus berjalan. Harapannya, dengan dukungan dari semua pihak—baik pemerintah maupun masyarakat sistem ini bisa membuat urusan pajak jadi lebih simpel, transparan, dan menyenangkan.
Sudah siap jadi bagian dari generasi wajib pajak digital?





